KEK Mandalika: Transformasi Destinasi Wisata Menuju Pusat Ekonomi Kreatif dan Berkelanjutan
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika kini tampil sebagai primadona bukan hanya dalam peta destinasi wisata Indonesia, tetapi juga sebagai magnet kuat bagi investasi pariwisata. Dengan visi yang melampaui keindahan alam, Mandalika menjelma menjadi mesin penggerak ekonomi yang membawa dampak signifikan bagi masyarakat dan kawasan sekitarnya. Pendekatan inovatif dalam pengembangan kawasan ini telah menarik perhatian global, menjadikannya contoh sukses pembangunan pariwisata berkelanjutan.
Investasi dan Perkembangan Infrastruktur: Fondasi Pariwisata Berkelanjutan
Daya tarik KEK Mandalika sebagai tujuan investasi semakin tak terbantahkan. Hingga triwulan IV tahun 2025, total investasi yang berhasil dihimpun mencapai angka fantastis, Rp 5,73 triliun, dengan estimasi Internal Rate of Return (IRR) sebesar 11,2%. Angka ini menunjukkan kepercayaan tinggi investor terhadap potensi pertumbuhan di kawasan ini. Pengembangan kawasan terus berlanjut, bukan hanya pada sektor pariwisata inti, tetapi juga infrastruktur penunjang yang modern dan efisien.
Manajemen KEK Mandalika menegaskan komitmennya menjadikan kawasan ini sebagai “mesin penggerak ekonomi” regional. Setiap langkah pengembangan dirancang untuk menciptakan efek berantai yang positif, mulai dari peningkatan kunjungan wisatawan, penguatan perputaran ekonomi lokal, hingga penciptaan lapangan kerja baru yang luas.
Event Internasional dan Dampak Multiplier yang Revolusioner
Salah satu inovasi terbesar di KEK Mandalika adalah pemanfaatan Sirkuit Mandalika sebagai pusat event internasional yang dinamis. Lebih dari 309 aktivasi event per tahun, mulai dari balap motor kelas dunia seperti Grand Prix of Indonesia (MotoGP) dan Pertamina Mandalika Racing Series, hingga ajang GT World Challenge Asia, telah menjadikan sirkuit ini sebagai ikon. Rencana untuk tahun 2026 bahkan lebih ambisius, dengan Mandalika Racing Series dan Festival Mandalika yang akan digelar dalam beberapa putaran.
Kehadiran event-event bergengsi ini tidak hanya mendongkrak popularitas destinasi wisata ini, tetapi juga menghasilkan dampak ekonomi pariwisata yang luar biasa. Sebagai contoh, gelaran MotoGP Indonesia telah mencatat tren peningkatan jumlah penonton, mencapai 140.324 orang, dan berhasil menciptakan dampak ekonomi hingga Rp 4,96 triliun. Lebih dari itu, event ini juga menghasilkan nilai media yang signifikan, mencapai Rp 1,33 triliun. Hal ini membuktikan bahwa event internasional menjadi jangkar vital untuk pertumbuhan ekonomi.
Pemberdayaan Komunitas Lokal: Jantung Ekonomi Kreatif Mandalika
Dampak sosial dan ekonomi dari pengembangan KEK Mandalika terasa hingga ke level akar rumput. Peningkatan okupansi hotel yang kini berada di kisaran 54 persen per tahun adalah salah satu indikator nyata. Namun, yang lebih penting adalah pemberdayaan UMKM lokal yang tumbuh subur seiring meningkatnya aktivitas di kawasan. Ribuan tenaga kerja lokal juga terserap, termasuk lebih dari 3.000 tenaga kerja yang terlibat langsung dalam event seperti MotoGP Indonesia.
Melalui berbagai inisiatif, KEK Mandalika tidak hanya menawarkan pengalaman wisata kelas dunia, tetapi juga memupuk ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Transformasi ini menjadikan Mandalika sebagai model pengembangan pariwisata yang berorientasi pada kemajuan sosial, inovasi tanpa henti, dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.